Jenis-jenis Kucing Hutan
Kucing Hutan adalah sebutan untuk kucing liar yang hidup di hutan. Ada beberapa Jenis Kucing Hutan Di Indonesia dan
penyebarannya di hutan kalimantan, hutan sumatera dan jawa. Kucing
Hutan mencakup beberapa jenis kucing berukuran besar dan kecil tetapi
tidak mencakup kucing yang hidup di gurun atau padang rumput dan kucing
liar yang ada di sekitar lingkungan. Beberapa diantaranya termasuk
kucing yang hampir punah dan keberadaanya dilindungi untuk mencegah
kepunahan dari jenis kucing ini.
Mari kita lihat beberapa Jenis Kucing Hutan Di Indonesia :
- Kucing Batu (Pardofelis marmorata, syn. Felis marmorata)
Kucing Batu atau Pardofelis marmorata, syn. Felis marmorata
adalah kucing liar berukuran kecil yang berasal dari asia tenggara dan
asia selatan. Kucing ini termasuk kucing yang hampir punah karena
populasi di alam liar kurang dari 10000.
Di indonesia, kucing batu dapat di temukan di daerah
kepulauan sunda, kucing batu sering kali di lihat di daerah pertanian, akan tetapi habitat asli dari kucing batu adalah hutan.
Kucing batu memiliki ukuran tubuh seperti kucing biasa tetapi lebih
langsing dengan kaki lebih panjang dan tapak kaki yang lebar. Di daerah
indonesia kucing batu memiliki berat badan antara 1-3.8kg dan panjang
badan sekitar 38.8 hingga 66cm dengan panjang ekor sekitar 17.2 hingga
31 cm.
Kucing batu memiliki moncong yang pendek, kecil dan berwarna putuh pada
ujungnya, dan memili dua garis hitam tebal pada kepalanya yang kecil.
Warna bulu di dominasi warna kecoklatan dan bintik hitam serta warna
putih pada bagian perutnya serta motif cincin pada ekornya.
- Kucing Congkok (Felis bengalensis)
Kucing Congkok atau Meong Congkok termasuk Termasuk dalam
famili Felidae adalah salah satu hewan yang biasa di jadikan indikator
kerusakan hutan akibat penebangan liar atau pembakaran lahan. Di
Indonesia, kucing ini dapat di temui di Sumatera dan Kalimantan.
Kucing congkok berwarna kuning abu-abu dengan pola totol hitam di
sekujur tubuh menyerupai macan tutul. Bagian perut berwarna putih.
Ukuran tubuh bervariasi dari mulai panjang 46 cm (berat 2,2 kg) untuk
sub-species di Indonesia hingga 65 cm (berat 7,5 kg) di timur Rusia.
Panjang ekor mencapai setengah panjang tubuh.
Kucing Congkok juga sering di sebut sebagai kucing leopard ini sangat
menyukai air dan sangat pandai berenang. Kucing ini juga dapat bertahan
hidup selama 15 tahun dan dapat melahirkan 1-4 anak di setiap masa
reproduksinya.
Kucing Congkok juga termasuk kedalam salah satu hewan yang di lindungi
dan terancam punah karena populasinya yang mulai berkurang drastis
akibat perusakan hutan sebagai habitat asli dari kucing ini.
- Macan Dahan Benua (Neofelis Nebulosa)
Macan Dahan Benua atau Neofelis Nebulosa adalah hewan liar
sejenis kucing dengan ukuran sedang dan memiliki panjang tubuh yang
mencapai 95cm. Macan Dahan memiliki ciri bulu bewarna kecoklatan dengan
motif seperti awan dan bintik di tubuhnya. Pada kepala terdapat bintik
hitam berukuran lebih kecil dan di belakang telinganya terdapat totol
putih.
Macan Dahan jantan dan betina memiliki kaki yang pendek dengan telapak
kaki besar serta ekor panjang dengan garis dan bintik hitam.
Macan Dahan Benua dapat di temui di wilayah Asia Tenggara, Tiongkok,
Indocina, india dan Semenanjung Melayu. Khusus daerah Tiongkok, Macan
dahan telah di nyatakan punah di alam bebas.
Di Indonesia, Macan Dahan Benua dapat di temui di Pulau Kalimantan dan
Pula Sumatera, sejak tahun 2006 spesies ini tidak lagi dianggap satu
spesies dengan Macan Dahan benua dan dimasukkan kedalam spesies Neofelis
diardi.
Macan dahan adalah hewan nokturnal yang aktif berburu di malam hari.
Hewan ini banyak menghabiskan waktunya di atas pohon dan dapat bergerak
dengan lincah di antara pepohonan agar mudah mencari mangsa. Mangsa dari
Macan Dahan antara lain aneka satwa liar berbagai ukuran seperti kera,
ular, mamalia kecil, burung, rusa dan bekantan.
- Kucing Emas Asia (Catopuma temmincki)
Kucing Emas Asia atau Catopuma temmincki adalah jenis kucing misterius
dan sangat dijumpai pada saat ini dan kucing ini juga termasuk kucing
yang terancam punah karena populasinya yang sedikit dan terus menurun.
Kucing Emas memiliki berat badan sekitar 8-12 kg dengan panjang sekitar
1.2 meter. Warna bulu pada kucing ini di dominasi oleh warna cokelat
ke-emasan dengan warna pada perut lebih terang daripada pinggulnya.
Kucing ini juga memiliki warna belang akan tetapi tidak menghilangkan
warna khas dari kucing ini.
Kucing emas ini hidup tersebar dari daerah Tibet, Nepal, Cina, Burma,
Thailand sampai Indocina, Malaysia, Sumatera, dan juga Afrika. Khusus di
indonesia kucing ini dalam pengawasan untuk mencegah kepunahannya, dan
kucing ini hidup di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.
- Macan Dahan Kalimantan (Neofelis Diardi)
Macan dahan kalimantan atau Neofelis Diardi adalah kucing
liar berukuran sedang yang bisa kita temukan di Pulau Kalimantan dan
Pulau Sumatera. Karena makin maraknya perburuan terhadap Macan Dahun
kalimantan, IUCN mengklasifikasikan spesies ini sebagai spesies yang
rentan terhadap kepunahan, dengan ukuran populasi efektif total
diperkirakan kurang dari 10.000 individu dewasa, dan tren populasi yang
menurun.
Macan Dahan Kalimantan adalah salah satu pemangsa terbesar di
kalimantan. Kucing yang terlihat sangat kekar ini memiliki berat badan
sekitar 12-25 kg dengan panjang badan sekitar 90 cm.
Gigi taring pada macan dahan mencapai 2 inci dan termasuk taring yang
terpanjang dibandingkan dengan kucing yang lain pada saat ini. Kucing
ini juga memiliki ekor yang panjangnya sama dengan tubuhnya sehingga
memiliki tubuh yang seimbang.
Pola bulu pada macan dahan kalimantan berupa oval tak beraturan dengan
sisi tepi hitam, dan di dalamnya ada titik-titik hitam (yang
menyebabkannya lebih gelap daripada macan dahan Malaya).
- Kucing Merah

Kucing endemik Pulau Kalimantan ini seperti namanya memiliki bulu
berwarna merah yang cantik. Kucing yang dijuluki Bornean bay Cat ini
keberadaanya dikategorikan sebagai hewan hampir punah oleh International
Union for Conservation of Nature (IUCN).
- Kucing Kepala Datar

Kucing berjuluk Flat Headed Cat ini bisa ditemukan di hutan
Kalimantan dan Sumatera. Diperkirakan jumlah kucing langka ini sekarang
tak lebih dari 3000 ekor dan sejak 2008 kucing ini sudah dikategorikan
sebagai hewan yang hampir punah oleh IUCN.